Kapolres Jamin Kenyamanan Para Pelajar dan Mahasiswa Papua yang Yang Menimba Ilmu di Kabupaten Purwakarta

IMG-20190911-WA0010

Purwakarta, 11 September 2019

PURWAKARTA-Kapolres Purwakarta AKBP Matrius kembali menegaskan, pihaknya siap menjamin kenyamanan warga Papua yang tinggal atau tengah berada di Purwakarta.

Hal tersebut disampaikan Kapolres menanggapi Maklumat Majelis Rakyat (MRP) Papua No. 6/MRP/2019 Tentang Seruan kepada Mahasiswa Papua di Semua Kota Studi pada Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk Tetap Melanjutkan Studi.

“Dengan diterbitkannya maklumat oleh MRP, Kepolisian RI siap menjaga kenyamanan dan keamanan warga Papua, khususnya yang tengah melaksanakan studi di berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Purwakarta,” kata Kapolres.

Dijelaskannya, jauh sebelum aksi demo di Papua pecah, warga Papua sudah sangat diterima di tengah-tengah masyarakat Purwakarta. Ada pun aksi yang terjadi di Papua mau pun di berbagai wilayah di Indonesia tak berimbas di Purwakarta.

“Jajaran Polres Purwakarta berkomitmen dan memastikan akan melindungi semua warga, karena kita semua bersaudara,” kata Kapolres kepada awak media, Senin (9/9).

Dirinya pun meminta kepada seluruh pihak untuk saling mengutamakan toleransi satu sama lain tanpa dan menjauhi diskriminasi.

Kapolres pun telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Purwakarta di mana warga Papua berada.

Di antaranya ke SMK Kesehatan Mutiara Bangsa yang berlokasi di Jl. Batu No. 7, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta. Di sekolah ini terdapat 19 siswa asal Papua.

“Alhamdulillah, para siswa di SMK Kesehatan Mutiara Bangsa tidak terpengaruh isu yang sedang berkembang di Papua. Mereka tetap mengikuti kegiatan proses belajar seperti biasa,” ujar Kapolres.

Pihaknya juga sudah bersilaturahmi dengan warga Papua yang tergabung di SSB ASAD 313. Bahkan Kapolres menyempatkan diri untuk berbincang langsung dengan Irianto Wandik, atlet asal Manokwari, Papua Barat yang menjadi atlet andalan.

“Para atlet asal Papua juga tetap berlatih seperti biasa. Semuanya kondusif dan mengaku nyaman tinggal di Purwakarta,” kata Kapolres.

Ditemui terpisah, salah seorang warga asal Papua, Basir Riroma (59) mengaku sudah lebih dari 10 tahun tinggal di Purwakarta.

Pria asal Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat ini mengaku dengan berkembangnya situasi dan kondisi di Papua, sempat terpengaruh juga. “Sempat merasa enggan keluar rumah,” ujarnya.

Namun, kata dia, setelah mengetahui ada jaminan keamanan dari Polres Purwakarta, dirinya pun merasa aman dan nyaman. Terlebih, sambungnya, semua warga Purwakarta yang dikenalnya memberikan dukungan.

“Di Purwakarta ini warganya ramah-ramah, jadi saya nyaman tinggal di Purwakarta,” kata pensiunan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta itu.

Basir yang tinggal di Kampung Cikadu, Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta ini pun mengungkapkan, selama 10 tahun tinggal di Purwakarta, tidak pernah ada gesekan mau pun perselisihan dengan masyarakat setempat.

“Saya dan 37 warga Papua lainnya yang ada di sini (Purwakarta, red) sudah merasa nyaman dan kerasan tinggal di sini,” ucapnya.

 

( dok. Humas Polres Purwakarta)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s